Makassar, infosulsel.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, menyiapkan langkah pembinaan terpadu untuk menangani kelompok pemuda yang diamankan saat tawuran Kota Makassar.
Program ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pembinaan mental, perubahan pola pikir, serta upaya membuka akses pekerjaan bagi para pemuda agar tidak kembali terlibat dalam aksi kekerasan.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Awal Chairuddin mengatakan, para pemuda yang diamankan saat tawuran akan diarahkan mengikuti pembinaan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulsel.
“Langkah ini diharapkan menjadi upaya pencegahan sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperbaiki perilaku dan menjalani aktivitas yang lebih positif,” kata Irjen Awal saat konferensi pers di Loby Mapolda Sulsel, Rabu (21/10/2026).
Irjen Pol Awal menyebut, selama pembinaan di SPN, nantinya akan melibatkan orang tua, ketua RT/RW hingga lurah. Mereka diharapkan mengetahui dan turut mengawasi perkembangan para pemuda selama menjalani pembinaan.
Selain itu, kepolisian melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) berkoordinasi dengan pihak SPN untuk menyiapkan sertifikat kesadaran diri bagi peserta.
Sertifikat tersebut diharapkan menjadi bentuk dorongan moral, sekaligus pengingat bagi para pemuda agar tidak kembali melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.
Awal Chairuddin menegaskan, penanganan kelompok pembuat onar tidak cukup dilakukan melalui pengamanan dan penegakan hukum.
Perubahan pola pikir juga dinilai penting agar para pemuda mampu mengendalikan emosi dan mempertimbangkan dampak tindakannya.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian pemuda yang mudah terpancing ajakan atau provokasi melalui media sosial hingga terlibat dalam aksi keributan.
“Selama ini mungkin berpikir keras, cepat emosi dengan undangan di medsos itu. Tidak pikir nanti ada korban jiwa, ada korban harta benda,” beber Awal.
Melalui pembinaan tersebut, kepolisian berharap para peserta dapat memahami risiko dari tindakan kekerasan dan tidak mengulangi perbuatannya.
Mereka juga diharapkan mampu mengajak rekan-rekannya untuk menghentikan perselisihan dan mencegah terjadinya bentrokan antarkelompok.
Sebagai langkah jangka panjang, kepolisian juga berencana menjalin kerja sama dengan pengusaha lokal guna membuka peluang kerja bagi para pemuda yang telah mengikuti pembinaan.
“Kesempatan tersebut diharapkan tersedia dalam berbagai bidang pekerjaan, termasuk sebagai tenaga harian maupun pekerja pada proyek-proyek tertentu,” terangnya.(Fz)

