Makassar, infosulsel.id – Pemerintah Kecamatan Manggala memperkuat upaya pencegahan tawuran dan aksi geng motor dengan mengintensifkan koordinasi bersama pengurus RT/RW serta mengaktifkan posko keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) hingga tingkat RW.
Langkah ini sejalan dengan atensi Wali Kota Makassar yang meminta camat dan lurah turun langsung mengantisipasi potensi tawuran kelompok maupun aksi geng motor di wilayah masing-masing.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Manggala, Rahmat, S.STP., M.Si., mengatakan dirinya telah melakukan langkah antisipasi bahkan sebelum adanya instruksi tersebut. Salah satunya melalui sosialisasi dan pertemuan rutin dengan pengurus RT/RW pada malam hari.
“Sebelum ada perintah, saya sudah melaksanakan sosialisasi ke RT/RW. Setiap malam saya berkeliling ke kelurahan dan mengumpulkan RT/RW di suatu tempat. Saya sampaikan bahwa kita harus melakukan deteksi dini serta membantu kepolisian, kapolsek, dan Danramil dalam menjaga keamanan,” ujar Rahmat kepada infosulsel.id saat diwawancarai pada Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan pengurus RT/RW menjadi salah satu kunci dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Mereka diharapkan mampu memantau kondisi lingkungan dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan indikasi konflik.
Rahmat menyebut, situasi keamanan di Kecamatan Manggala sejauh ini relatif terkendali. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata dia, umumnya dapat segera diredam melalui komunikasi dan penyelesaian bersama.
Meski demikian, pihaknya tetap memperkuat langkah pencegahan agar konflik antarkelompok maupun aksi kriminalitas tidak berkembang di wilayah tersebut.
Rahmat menjelaskan, posko kamtibmas telah tersedia di seluruh kelurahan. Bahkan, sejumlah RW juga memiliki kelompok posko yang berperan dalam mendukung pemantauan keamanan lingkungan.
Aktivitas posko tersebut turut dipantau melalui laporan rutin yang disampaikan kepada pihak kecamatan setiap malam.
“Semua kelurahan ada. Bahkan, di setiap RW juga ada kelompok-kelompok posko. Itu dibuktikan dengan adanya laporan setiap malam kepada kami mengenai pelaksanaan posko kamtibmas di kelurahan dan RW masing-masing,” jelasnya.
Laporan tersebut menjadi bagian dari koordinasi untuk mengetahui perkembangan situasi sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan keamanan di lingkungan warga.
Rahmat berharap, penguatan posko kamtibmas dan koordinasi lintas sektor dapat menjaga Kecamatan Manggala tetap kondusif serta menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam membangun partisipasi masyarakat menjaga keamanan.
Selain mengaktifkan posko, Rahmat menekankan pentingnya keteladanan pengurus RT/RW dalam menjaga ketertiban. Mereka diharapkan menjadi panutan sekaligus berperan aktif mencegah keterlibatan anak muda dalam tawuran maupun aksi geng motor.
“Setiap pertemuan dengan RT/RW, kami selalu menekankan bahwa ketua RT dan RW harus menjadi contoh serta panutan bagi warga di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai justru anak atau keluarga dari pengurus wilayah menjadi provokator dalam kejadian-kejadian di lingkungannya,” tegasnya.
Ia menambahkan, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian dan TNI, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah, perangkat wilayah, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.(Far)

