Makassar, infosulsel.id – Polres Pelabuhan Makassar mengajak masyarakat menjadikan kepatuhan berlalu lintas sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan sesama sekaligus bagian dari ibadah.
Pesan tersebut disampaikan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelabuhan Makassar dalam kegiatan Operasi Patuh 2026 di kawasan Pelabuhan Soekarno Hatta, Jalan Nusantara, Makassar, Rabu (28/10/2026).
Melalui kegiatan ini, kepolisian tidak hanya mengedepankan penegakan aturan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar membangun kesadaran tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Kasubsipenmas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, mengatakan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas seharusnya tumbuh dari kesadaran diri, bukan semata-mata karena takut terhadap sanksi atau kehadiran petugas kepolisian.
Menurutnya, berkendara secara tertib, tidak membahayakan orang lain, serta menjaga keselamatan sesama merupakan perilaku positif yang memiliki nilai kebaikan.
“Taat aturan lalu lintas juga bisa menjadi bagian dari ibadah. Ketika kita berkendara dengan tertib, tidak membahayakan orang lain, dan berusaha menjaga keselamatan sesama, di situlah ada nilai kebaikan. Jangan hanya tertib karena melihat polisi, tetapi tertiblah karena kita menghargai kehidupan,” ujar Aipda Adil.
Ia menegaskan, setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Sebab, kelalaian saat berkendara tidak hanya berisiko menimbulkan kecelakaan, tetapi juga dapat membawa duka bagi keluarga korban.
“Setiap orang yang berada di jalan memiliki keluarga yang menunggu kepulangannya di rumah. Jangan sampai karena terburu-buru, melanggar lampu merah, atau berkendara secara ugal-ugalan, kita justru merenggut kebahagiaan keluarga sendiri maupun keluarga orang lain,” ungkapnya.
Aipda Adil menambahkan, Operasi Patuh 2026 tidak hanya bertujuan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga membangun budaya berlalu lintas yang beretika, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan.
Penerapan nilai-nilai tersebut dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang, tidak menyerobot antrean kendaraan, mendahulukan kendaraan darurat, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk atau kelelahan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Mengalah di jalan bukan berarti kalah, bersabar bukan berarti terlambat, dan mematuhi aturan bukan berarti takut kepada polisi. Justru itulah bentuk kedewasaan, kepedulian, dan penghargaan kita terhadap nyawa manusia,” jelasnya.
Melalui Operasi Patuh 2026, Polres Pelabuhan Makassar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya peran aktif seluruh pengguna jalan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Pendekatan edukatif dan humanis tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan tertib.
Aipda Adil pun mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan, termasuk menggunakan helm berstandar SNI, mengenakan sabuk pengaman, mematuhi rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta menghindari perilaku yang membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Mari jadikan setiap perjalanan sebagai bagian dari kebaikan. Berangkat dengan doa, berkendara dengan tertib, menghormati sesama pengguna jalan, dan pulang dengan selamat. Karena tujuan terpenting dari sebuah perjalanan bukan seberapa cepat kita sampai, tetapi bagaimana kita bisa kembali berkumpul dengan keluarga tercinta,” tutupnya.(Fz)

