Peringati Sumpah Pemuda, Puluhan Elemen Mahasiswa Dijadwalkan Gelar Aksi di Makassar, Hindari Kemacetan!

Ilustrasi Demo.

Ilustrasi demo.

Makassar, infosulsel.id – Sejumlah elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di berbagai titik di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, pada Rabu (28/10/2026).

Aksi tersebut mengangkat beragam isu, mulai dari evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, pemberantasan korupsi, penegakan supremasi hukum, pemerataan pendidikan, kesejahteraan masyarakat, hingga persoalan lingkungan hidup dan kebebasan demokrasi.

Berdasarkan agenda aksi yang dihimpun, sejumlah titik di Makassar menjadi lokasi penyampaian aspirasi, di antaranya Flyover A.P. Pettarani, pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Sultan Alauddin, Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kantor DPRD Sulsel, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, dan Polrestabes Makassar.

Front Mahasiswa Revolusioner (FMR) Sulsel dijadwalkan menggelar aksi di Gerbang Batas Kota Makassar–Gowa, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini, serta Flyover Jalan Urip Sumohardjo. Mereka membawa isu evaluasi program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, hak buruh dan petani, layanan kesehatan dan pendidikan, krisis energi di Sulawesi Selatan, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penuntasan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Aliansi Unismuh Satu juga akan menyampaikan aspirasi di pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Sultan Alauddin. Aksi tersebut menyoroti pemerataan pendidikan, dampak Karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan, biaya hidup, dugaan represivitas aparat, serta deforestasi dan alih fungsi lahan.

Sementara itu, Komite Rakyat Demokratik (KOMRAD) memilih Flyover A.P. Pettarani sebagai lokasi aksi. Mereka menuntut evaluasi penanganan Karhutla, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pengesahan RUU Perampasan Aset, pendidikan gratis, serta penuntasan kasus korupsi.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Timur (BEM UIT) akan menggelar aksi di Kantor DPRD Sulsel dan pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Letjen Hertasning. Mengusung tema “Pemuda Menggugat”, mereka menyuarakan penolakan terhadap mahalnya biaya pendidikan dan pengangguran sarjana, mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, penyelamatan lingkungan, penolakan perampasan tanah rakyat, serta penolakan kriminalisasi terhadap aktivis dan jurnalis.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar juga dijadwalkan beraksi di pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Sultan Alauddin. Isu yang diangkat meliputi evaluasi kebijakan pemerintah, pemberantasan korupsi, penegakan supremasi hukum, perluasan lapangan kerja, pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta perlindungan demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Selain aksi unjuk rasa, DPP The Legend 120 Sulawesi Selatan akan menggelar aksi damai dan mimbar orasi kebangsaan di Pelataran Monumen Mandala dan Flyover Makassar. Kegiatan tersebut mengusung tema persatuan dan kebangsaan dengan pesan “Sulsel Aman, Makassar Damai”.

Di Kabupaten Gowa, Gerakan Aktivis dan Rakyat Intelektual (GARIK) dijadwalkan menggelar aksi di Mapolresta Gowa, Jalan Syamsuddin Tunru, Kecamatan Somba Opu. Mereka menyikapi dugaan aktivitas pertambangan ilegal dengan mendesak penindakan tegas terhadap tambang ilegal, pengusutan dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH), evaluasi dokumen lingkungan, serta penegakan hukum di bidang pertambangan dan lingkungan hidup.

Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Intelektual (HIMAPI) juga akan menyampaikan aspirasi di Perempatan Pemda dan Batas Kota Gowa. Mereka menyoroti kinerja pemerintah pusat, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan, serta kesejahteraan petani yang dinilai berkaitan dengan rendahnya harga komoditas pangan.

Di wilayah Makassar bagian utara, BEM Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Humaniora Universitas Cokroaminoto Makassar (FISEH UCM) akan menggelar aksi di depan kampusnya di Jalan Perintis Kemerdekaan dan GOR Sudiang. Mereka membawa tuntutan penegakan supremasi sipil, kebangkitan pemuda, serta jaminan partisipasi pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

HMI Koordinator Komisariat Universitas Indonesia Timur (UIT) juga akan beraksi di pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Hertasning dan Simpang Lima Bandara. Mereka menyerukan agar pemuda bergerak, berperan aktif dalam perubahan, dan turut membangun Indonesia yang lebih baik.

Gerakan Perjuangan Aktivis Mahasiswa (GPAM) merencanakan aksi di sejumlah lokasi, yakni Polrestabes Makassar, Flyover A.P. Pettarani, Kejati Sulsel, Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel), dan Polda Sulsel.

Aksi tersebut mengangkat sejumlah persoalan lokal, antara lain dugaan korupsi proyek perpustakaan di Kabupaten Pangkep, dugaan pungutan liar dan jual beli pengelolaan dapur MBG di Bulukumba, evaluasi pejabat kejaksaan dan kepolisian, penanganan kejahatan siber, pemberantasan rokok ilegal, serta penindakan dugaan pertambangan ilegal di sejumlah kabupaten di Sulsel.

Gerakan Rakyat Intelektual Sulsel (GARIS) Indonesia akan menggelar aksi di depan Hotel La Macca, Jalan A.P. Pettarani. Mereka menuntut terwujudnya kesejahteraan rakyat, pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, jaminan kebebasan pemuda menyampaikan aspirasi, perluasan lapangan kerja, serta pemerataan akses pendidikan.

Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) juga akan menyampaikan aspirasi di Flyover Kecamatan Panakkukang. Mereka mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dengan tuntutan penghentian program MBG dan KDMP serta pengalihan anggarannya ke sektor pendidikan, penetapan Karhutla sebagai bencana nasional, penurunan harga BBM, pemberantasan mafia BBM, penciptaan lapangan kerja, pendidikan gratis, penuntasan pelanggaran HAM, serta evaluasi Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar.

Di lokasi berbeda, PEMA-FT Universitas Bosowa (Unibos) akan menggelar aksi di Polda Sulsel dan depan Kampus Unibos, Jalan Urip Sumohardjo. Mereka mendorong peran aktif pemuda dalam mengawal kebijakan pemerintah, menjamin ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat, meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan, serta memperkuat solidaritas dan keadilan sosial.

BEM Fakultas Hukum Unibos juga dijadwalkan menggelar aksi di depan kampusnya. Mereka mengusung tuntutan penguatan persatuan pemuda, peningkatan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah, serta penegakan demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Sementara itu, Aliansi Mahasiswa UMI (AMU) akan menyampaikan aspirasi di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumohardjo. Mereka menuntut jaminan ruang demokrasi yang aman, penghentian perampasan ruang hidup masyarakat dan militerisme di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, serta penetapan Karhutla sebagai bencana ekologi sosial.

Kelompok Pemuda Sulsel juga akan menggelar deklarasi damai dan pawai dengan rute Jalan Alternatif Perintis Kemerdekaan menuju Monumen Mandala. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Adapun Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia–Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dijadwalkan beraksi di Flyover, Polda Sulsel, dan Polsek Panakkukang. Mereka menyikapi dugaan salah tangkap oleh Polres Jeneponto serta menuntut pencopotan Kapolsek Panakkukang.

HMI Koordinator Komisariat Universitas Bosowa juga akan menggelar aksi di depan Kampus Unibos. Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda, mereka mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dengan mengangkat isu pemberantasan korupsi, penegakan hukum, penciptaan lapangan kerja, perlindungan pekerja, pemerataan pendidikan, perlindungan hak warga, serta transparansi anggaran pemerintah.

Barisan Aktivis Kerakyatan Mahasiswa (BARAK) akan menggelar aksi di Kanwil Bea Cukai Sulbagsel dan Toko Yabo, Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mamajang. Aksi tersebut menyoroti dugaan penjualan minuman beralkohol secara eceran yang dinilai tidak sesuai dengan izin yang dimiliki.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Makassar juga dijadwalkan beraksi di Flyover, Kantor Balai Kota Makassar, dan Polrestabes Makassar. Mereka menuntut pengusutan tuntas maraknya kriminalitas jalanan di Kota Makassar.

Persoalan pemadaman listrik bergilir dan kriminalitas jalanan menjadi perhatian Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Makassar. Mereka akan menggelar aksi di Kantor DPRD Sulsel dan pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Sultan Alauddin, dengan tuntutan pertanggungjawaban dan ganti rugi atas pemadaman listrik serta pengusutan tuntas kriminalitas jalanan.

Aliansi Mahasiswa Peduli Sulsel juga akan menggelar aksi di Simpang Lima Bandara, GOR Sudiang, dan Flyover A.P. Pettarani. Mereka mengangkat berbagai persoalan sosial, ekonomi, demokrasi, dan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Barisan Muda Keadilan Indonesia (BMKI) merencanakan aksi di Kantor DPRD Sulsel, pertigaan Jalan Sultan Alauddin–Jalan A.P. Pettarani, Kanwil Kementerian Agama Sulsel, dan Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Aksi serupa juga akan dilakukan MATADOOR di Multimedia Dinas Perpustakaan Daerah, Jalan Sultan Alauddin, serta BEM Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia di Perempatan Jalan Sultan Alauddin–Jalan Emmy Saelan. Kedua kelompok tersebut menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Di sektor pelayanan kesehatan, DPP Elang Timur Indonesia akan menggelar aksi di Kantor BPJS Kesehatan, Jalan A.P. Pettarani, dan Kantor Dinas Kesehatan Kota Makassar, Jalan Teduh Bersinar. Mereka menyikapi dugaan kelalaian pelayanan kesehatan di RSIA Paramount Makassar.

Tuntutan yang disampaikan meliputi investigasi dugaan malpraktik, evaluasi kepatuhan rumah sakit terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan keselamatan pasien, pertanggungjawaban apabila ditemukan pelanggaran, serta evaluasi kerja sama BPJS Kesehatan dengan rumah sakit tersebut.

Sementara itu, Front Advokasi Rakyat Demokratik (FARD) akan menggelar aksi di Kantor Gubernur Sulsel dan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel. Aksi tersebut berkaitan dengan polemik pembangunan GOR Sudiang dan dugaan alih fungsi fasilitas olahraga yang dinilai tidak sesuai peruntukannya.

Himpunan Mahasiswa Sosiologi Agama (HIMASOA) UIN Alauddin Makassar, juga akan menyampaikan aspirasi di Kantor Sementara DPRD Sulsel dan pertigaan Jalan A.P. Pettarani–Jalan Sultan Alauddin. Mereka menuntut pertanggungjawaban moral dan akademis atas berbagai persoalan yang dinilai mencerminkan krisis multidimensi di Indonesia.

Selain itu, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Makassar dijadwalkan menggelar aksi di Jalan Perintis Kemerdekaan. Mereka mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dan menuntut pertanggungjawaban pemerintah atas persoalan ekonomi, kenaikan biaya hidup, dan penanganan bencana.

FPPI juga menyuarakan penolakan terhadap militerisme dan dugaan represivitas aparat, serta mendesak penyelesaian konflik agraria dan menolak kemunduran demokrasi.

Dari berbagai titik aksi yang dijadwalkan mulai siang hingga sore hari, masyarakat diimbau untuk menghindari jalan tersebut agar tidak terjebak kemacetan.(Fz)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *