Makassar, infosulsel.id – Aliansi Unismuh Satu menggelar aksi demonstrasi di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 14.30 WITA. Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan evaluasi terhadap berbagai persoalan nasional, mulai dari pemerataan akses pendidikan hingga tingginya angka kriminalitas.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Unismuh Satu menilai bangsa yang adil, makmur, dan harmonis harus mampu menjamin persatuan di tengah keberagaman, menegakkan hukum secara adil, serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pendidikan, pekerjaan, dan kesejahteraan.
Mereka juga menyoroti kesenjangan ekonomi, penurunan kualitas pendidikan, serta keadilan sosial yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Jenderal lapangan Aliansi Unismuh Satu, Agung Gemilar dalam surat pernyataan sikap menegaskan, aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap berbagai persoalan nasional yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius pemerintah.
“Ada enam isu yang kami soroti, mulai dari pemerataan akses pendidikan, pengusutan dalang karhutla, krisis orientasi partai politik, supremasi sipil dan reformasi TNI, penghentian deforestasi, hingga tingginya angka kriminalitas,” ujarnya.
Aliansi Unismuh Satu kemudian menyampaikan enam tuntutan dalam aksi tersebut. Pertama, pemerataan akses pendidikan. Kedua, mengusut tuntas dalang di balik kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketiga, mengatasi krisis orientasi partai politik.
Keempat, menegakkan supremasi sipil dan melakukan reformasi TNI. Kelima, menghentikan deforestasi dan pengalihan fungsi lahan. Keenam, menekan tingginya angka kriminalitas.
Menurut jenderal lapangan, mahasiswa tidak boleh tinggal diam melihat berbagai persoalan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Karena itu, pemerintah dan pihak terkait didesak menghadirkan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami hadir untuk menyampaikan bahwa mahasiswa tidak boleh diam melihat berbagai persoalan tersebut. Kami mendesak pemerintah dan pihak terkait agar tidak hanya memberikan janji, tetapi juga menghadirkan langkah konkret dan solusi yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Melalui tuntutan tersebut, Aliansi Unismuh Satu mengajak masyarakat, mahasiswa, dan berbagai elemen sipil lainnya untuk turut terlibat dalam perjuangan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bangsa.
Mereka menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan hak menyampaikan pendapat di muka umum yang dilakukan secara damai dan konstitusional.
Aliansi Unismuh Satu juga menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan apabila persoalan yang diangkat belum mendapatkan penyelesaian.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada keseriusan dalam penyelesaiannya. Aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.(Far)

