‎Eksekusi Lahan di Dg Tata 3 Ricuh, Kaca Tronton Pembawa Ekskavator Rusak ‎

Kericuhan mewarnai pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan Dg Tata 3, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar. Dalam insiden tersebut, kaca tronton pembawa ekskavator mengalami kerusakan.

Kericuhan mewarnai pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan Dg Tata 3, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar. Dalam insiden tersebut, kaca tronton pembawa ekskavator mengalami kerusakan.

‎Makassar, Infosulsel.id – Pelaksanaan eksekusi lahan di Jalan Dg Tata 3, Kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Kamis (10/9/2026), berlangsung tegang. Penolakan warga terhadap proses pengosongan lahan berujung kericuhan hingga terjadi bentrokan dengan aparat kepolisian.

‎Kericuhan terjadi saat rombongan pihak penggugat datang ke lokasi dengan membawa alat berat berupa ekskavator menggunakan satu unit truk tronton. Kendaraan tersebut mendapat pengawalan aparat kepolisian.

‎Namun, kedatangan rombongan eksekusi mendapat perlawanan dari sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Massa menghadang proses pengosongan lahan sehingga situasi yang semula diupayakan kondusif akhirnya memanas.

‎Dalam kericuhan itu, kaca tronton yang mengangkut ekskavator mengalami kerusakan. Kondisi tersebut juga sempat terekam dalam video dan beredar di media sosial.

‎Lurah Parangtambung, Muh Zulkifli Ghozali, membenarkan adanya kerusakan pada kendaraan tersebut.

‎”Iya benar, seperti video yang viral memang 1 unit mobil tronton itu kacanya pecah,” kata Muh Zulkifli kepada wartawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2026) petang.

‎Zulkifli menjelaskan, eksekusi dilakukan berdasarkan surat pengadilan. Pelaksanaannya telah dijadwalkan sekitar pukul 08.00 Wita.

‎Sebelum proses eksekusi dimulai, sejumlah warga telah berada di lokasi. Mereka berjaga dan menyampaikan penolakan terhadap rencana pengosongan lahan tersebut.

‎Menurutnya, pihak yang berkepentingan dalam perkara tersebut kemudian hadir di lokasi bersama alat berat. Kehadiran mereka mendapat pengamanan dari personel kepolisian untuk mengantisipasi terjadinya gangguan selama proses eksekusi.

‎Upaya meredam ketegangan sebenarnya sempat dilakukan. Mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa digelar sebelum situasi berkembang menjadi kericuhan.

“Sebelum situasi memanas, mediasi sempat dilakukan untuk mencari jalan keluar atas penolakan tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan kesepakatan antara pihak-pihak yang bersengketa,” ujarnya.

‎Karena belum tercapai titik temu, ketegangan kembali meningkat. Warga yang menolak eksekusi terlibat aksi saling berhadapan dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.

‎Di tengah situasi tersebut, kendaraan tronton yang membawa ekskavator mengalami pecah kaca. Meski demikian, kericuhan tidak sampai menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga di sekitar lokasi.

‎Zulkifli memastikan, sejauh informasi yang diterimanya, tidak ada rumah warga yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

‎Selain kerusakan pada bagian kaca tronton, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden itu.

‎Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Alim Bahri Usman, S.E., membenarkan bahwa situasi di lokasi sempat ricuh.

‎”Iya benar, sempat ricuh namun tidak ada korban jiwa,” singkatnya. (Far)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *