Makassar, infosulsel.id — Polisi mengamankan 19 remaja yang diduga berkaitan dengan aksi penyerangan hingga menewaskan seorang mahasiswa berinisial MAM (24) di kawasan Under pass atau Simpang Lima Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.
Belasan remaja tersebut diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan menyusul insiden berdarah yang terjadi pada Minggu (4/10) dini hari.
Dari 19 orang yang diamankan, salah satunya diketahui masih mengenakan seragam sekolah tingkat SMP. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam peristiwa tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, Iptu Abdullah Mataram, mengatakan 19 remaja itu telah diamankan dan saat ini masih diperiksa penyidik.
”Iya, ada 19 orang kami amankan di polsek sekarang,” kata Abdullah Mataram saat dikonfirmasi, Senin (5/10).
Proses penangkapan dilakukan secara bersama oleh personel Reskrim Polsek Biringkanaya, Jatanras Polrestabes Makassar, serta Resmob Polda Sulsel.
Abdullah mengatakan, penyidik belum dapat memastikan siapa yang menjadi pelaku utama dalam aksi penyerangan tersebut. Polisi juga masih mendalami peran masing-masing remaja yang diamankan, termasuk kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
”Masih dalam pemeriksaan semuanya. Semuanya ditangkap di wilayah Maros,” jelasnya.
MAM diketahui merupakan mahasiswa yang tinggal di kawasan Perumnas Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Ia ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di tepi Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19.
Korban diduga menjadi sasaran serangan kelompok yang sebelumnya terlibat aksi kejar-kejaran dengan rombongan korban.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, kejadian bermula sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, seorang saksi berinisial AR bersama sejumlah rekannya sedang berkumpul di Jalan Dg Ramang, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya.
Tidak lama kemudian, muncul sekelompok pengendara sepeda motor yang jumlahnya diperkirakan mencapai 12 kendaraan. Kelompok tersebut disebut membawa sejumlah senjata tajam, di antaranya parang dan anak panah busur.
Kelompok AR kemudian merespons kedatangan rombongan tersebut dengan melakukan pengejaran hingga ke arah Kabupaten Maros.
Dalam perjalanan, tepat di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, terjadi kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor.
Sepeda motor yang ditumpangi AR, N, dan MAM terlibat tabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai AG bersama MF (17).
Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan kelompok yang sebelumnya dikejar. Mereka yang sempat bergerak menuju arah Maros berhenti dan berbalik menuju lokasi kecelakaan.
MAM dan MF yang berada dalam kondisi pascakecelakaan disebut tidak sempat menyelamatkan diri. Keduanya kemudian diduga diserang secara beramai-ramai menggunakan senjata tajam dan busur.
Akibat serangan tersebut, MAM meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara MF mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan medis.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, sebelumnya membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Jafar, korban MAM ditemukan sekitar pukul 03.35 Wita dengan sejumlah luka serius pada tubuhnya.
”Korban mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang, serta terdapat anak panah busur yang masih tertancap pada bagian kepala,” kata Jafar.
Sementara MF, remaja berusia 17 tahun yang diketahui merupakan warga Permata Sudiang, mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Ia kemudian dilarikan ke RS dr Tadjuddin Chalid untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
”Untuk MF kondisinya mengalami luka berat. Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS dr Tadjuddin Chalid,” ujarnya.
Pasca kejadian, personel Polsek Biringkanaya bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah MAM selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan visum.
Polisi kini masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk motif penyerangan, identitas pelaku utama, serta peran 19 remaja yang telah diamankan.
Penyidik juga masih mencocokkan keterangan para saksi dengan hasil penyelidikan di lapangan untuk mengungkap secara utuh aksi penyerangan yang berujung tewasnya MAM dan luka berat yang dialami MF.(Far)

