Makassar, infosulsel.id – Niat singgah berbelanja di sebuah minimarket justru berujung petaka bagi seorang pemuda berinisial S (21). Warga Kecamatan Tallo, Makassar, itu diduga menjadi korban penyerangan sekelompok orang hingga sebuah anak panah menancap di bagian dahinya.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Urip Sumoharjo, Tamajene, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.30 Wita.
Saat kejadian, S diketahui sedang singgah untuk berbelanja di salah satu minimarket. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana awal mula penyerangan hingga korban mengalami luka dan anak panah menancap di bagian depan kepalanya.
Kondisi korban kemudian diabadikan dalam sebuah foto yang beredar. Dalam foto tersebut, S terlihat tengah mendapatkan penanganan medis, sementara anak panah masih tampak tertancap di dahinya.
Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, membenarkan adanya kejadian tersebut. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan polisi dari keluarga korban.
”Kejadian tersebut benar adanya di Jalan Urip Sumoharjo pada hari Senin tanggal 17 Agustus 2026, sekitar pukul 18.30 Wita. Untuk laporan polisi hingga saat ini belum ada,” kata Uji kepada wartawan.
Uji menjelaskan, S bukan warga yang berdomisili di sekitar lokasi. Korban berada di kawasan tersebut karena hendak berbelanja.
”Korban merupakan warga Kecamatan Tallo yang sementara singgah berbelanja di Alfamart,” ujarnya.
Dugaan bahwa penyerangan tersebut dilakukan oleh geng motor juga belum dapat dipastikan. Polisi masih membutuhkan keterangan korban untuk mengetahui secara utuh kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.
”Belum diketahui (pelakunya geng motor), sebab korban belum diambil keterangan,” jelasnya.
Polisi pun belum dapat memastikan motif di balik penyerangan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan informasi dari lokasi kejadian maupun pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut.
Terlebih, kawasan sekitar Jalan Urip Sumoharjo sebelumnya juga sempat diwarnai aksi kelompok bermotor. Bahkan, terdapat dua kendaraan yang diduga milik kelompok geng motor dibakar warga setelah kelompok tersebut disebut melakukan penyerangan.
Kendati demikian, polisi belum mengaitkan kejadian yang dialami S dengan aksi kelompok bermotor tersebut. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut memiliki keterkaitan atau merupakan kejadian berbeda.
Dari informasi kepolisian, korban sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis. S juga direncanakan mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Daya Makassar di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
”Kemarin penyampaian dari anggota rencana dirujuk ke RS Daya,” tutur Uji.
Polsek Panakkukang masih melakukan penyelidikan sembari menunggu laporan resmi dari keluarga korban. Keterangan S nantinya diharapkan dapat menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam mengungkap siapa pelaku dan bagaimana penyerangan tersebut terjadi.
”Iye, masih penyelidikan, sambil menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti aksi kekerasan menggunakan anak panah yang dapat membahayakan keselamatan warga. Polisi diharapkan segera mengungkap kasus tersebut, terlebih penyerangan terjadi di kawasan yang menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat Kota Makassar.
Hingga kini, belum diketahui identitas pelaku maupun motif penyerangan. Kondisi terkini korban juga masih dalam penanganan medis. (Far)

