Jakarta Utara, infosulsel.id – Palang Merah Indonesia (PMI) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan kapal kemanusiaan PMI yang bekerja sama dengan Kalla Lines dari Terminal IKT Domestik Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (22/8/2026).
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, PMI kembali menyalurkan dana bantuan sebesar Rp2 miliar. Penyaluran tersebut merupakan bantuan tahap ketiga untuk mendukung penanganan bencana di NTT.
“(Hari ini) kita sudah transfer untuk ketiga kalinya dana Rp2 miliar. Terima kasih semua yang memberikan bantuan,” ujar JK usai melepas pengiriman bantuan.
JK memperkirakan kapal kemanusiaan PMI akan tiba di wilayah terdampak dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari.
Selain mengirimkan bantuan logistik, PMI juga mengerahkan tim kesehatan untuk membantu masyarakat terdampak. Tim medis tersebut berasal dari Jakarta, Rumah Sakit Bogor, Surabaya, Sorong, dan Makassar.
Saat ini, kata JK, terdapat sekitar 40 personel medis PMI yang telah berada di lokasi. Sekitar 50 personel tambahan juga akan diberangkatkan secara bertahap dengan sistem pergantian setiap dua minggu.
“Setiap dua minggu akan dilakukan pergantian tim,” katanya.
Pada Sabtu (22/8/2026), PMI kembali memberangkatkan sekitar 30 personel tambahan untuk memperkuat operasi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa.
JK menegaskan, seluruh bantuan yang datang dari pemerintah, masyarakat, pemerintah daerah, maupun PMI harus dikelola dan didistribusikan secara tepat sasaran.
Menurut dia, PMI telah menyiapkan tim di NTT untuk mengatur distribusi bantuan berdasarkan kebutuhan dan wilayah terdampak. Gempa bumi tersebut diketahui berdampak pada lima kabupaten di NTT.
“(Kita) memanfaatkan semua bantuan dari pemerintah, masyarakat, daerah, dan PMI. Kita minta juga agar diatur distribusinya sesuai dengan yang terdampak,” tegasnya.
Kapal kemanusiaan PMI kali ini membawa bantuan dengan total berat mencapai 258 ton. Bantuan tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya 10.000 sarung, 20.000 pakaian, 5.000 daster, 4.000 Al-Qur’an, 3.000 terpal, 2.000 air mineral, 1.000 hygiene kit, 1.000 dignity kit, 500 baby kit, 500 kitchen kit, 1.000 matras, 1.000 selimut, dan 1.500 jeriken.
PMI juga mengirimkan 25 unit tenda berukuran 6×12 meter, 25 unit toilet portabel, 10 unit kendaraan tangki air, 10 mobil pikap, serta tujuh unit kendaraan double cabin untuk mendukung operasional di lapangan.
Bantuan pendukung lainnya berupa 1.200 lampu tenaga surya, 1.000 radio, 1.000 senter, 500 sekop, 500 gerobak sorong, 200 sprayer, 200 paket alat pelindung diri (APD), helm, serta perlengkapan untuk anak-anak.
JK mengatakan proses pemuatan bantuan ke kapal masih berlangsung dan diperkirakan selesai hingga tengah malam sebelum kapal diberangkatkan menuju wilayah bencana.
PMI memastikan operasi kemanusiaan di NTT terus berlanjut dengan melibatkan berbagai unsur, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun pelayanan kesehatan, untuk membantu masyarakat bangkit dan memulihkan kondisi pascagempa.(Fz)

