Gowa, infosulsel.id – Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko memimpin Sidang Pemilihan Tingkat Pusat penerimaan Bintara PK TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 Sub Panpus Kodam XIV/Hasanuddin.
Sidang tersebut diikuti 428 calon Bintara PK TNI AD yang berlangsung di Aula Soedirman Rindam XIV/Hasanuddin, Jalan Poros Malino, Pakatto, Kabupaten Gowa, Senin (24/8/2026).
Proses pemilihan melibatkan panitia daerah dan tim dari pusat, masing-masing Staf Personalia Angkatan Darat (Spersad), Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad), Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad), Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad), serta Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskesad).
Sidang pemilihan tingkat pusat menjadi salah satu tahapan penting dalam penerimaan prajurit TNI AD. Para calon diperiksa dan dinilai secara menyeluruh berdasarkan hasil seluruh rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan.
Sejumlah aspek menjadi bahan pertimbangan, meliputi administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, mental ideologi, serta aspek lainnya sesuai ketentuan penerimaan prajurit TNI AD.
Keterlibatan panitia daerah dan tim pusat dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan calon yang memenuhi persyaratan mengikuti pendidikan militer sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Dalam kesempatan itu, Pangdam XIV/Hasanuddin menegaskan proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Ia juga mengingatkan para calon maupun seluruh pihak yang terlibat agar tidak memberikan ruang bagi praktik percaloan atau mafia werfing.
Menurutnya, pihak yang menjanjikan kelulusan calon dengan imbalan tertentu telah menjadi bagian dari praktik mafia werfing.
Pangdam menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik tersebut di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin. Ia juga meminta dukungan seluruh pihak agar proses penerimaan prajurit berlangsung bersih dan berintegritas.
“Tidak bisa berbuat seorang diri karena kalian bergerak dalam lorong-lorong senyap, lorong-lorong gelap yang kami tidak tahu. Ayo bantu saya, Panglimamu, untuk bersama-sama kita berjuang melawan mafia werfing ini,” tegasnya.
Pangdam berharap seluruh pihak bersama-sama menjaga proses seleksi penerimaan prajurit TNI AD, agar terbebas dari praktik korupsi dan mafia werfing.
“Seleksi di TNI AD, khususnya di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin, harus bersih dari praktik-praktik korup dan praktik-praktik mafia,” terangnya.(Fz)

