Buruh Ditemukan Meninggal di Atas Plafon Rumah di Makassar, Diduga Tersengat Listrik

Petugas mengevakuasi jenazah AR dari atas plafon rumah di Perumahan Taman Sudiang Indah, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (3/10/2026).

Petugas mengevakuasi jenazah AR dari atas plafon rumah di Perumahan Taman Sudiang Indah, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (3/10/2026).

 

Makassar, infosulsel.id – Warga Perumahan Taman Sudiang Indah, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di atas plafon rumah, Sabtu (3/10/2026).

Pria tersebut diketahui berinisial AR (28), buruh harian lepas yang berdomisili di Pao-Pao, Kabupaten Gowa. Korban ditemukan sekitar pukul 08.05 WITA di rumah yang berada di Blok B3 Nomor 15.

Korban diketahui terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya, Santi, pada Kamis (1/10) sekitar pukul 21.00 WITA. Karena tidak kunjung mendapatkan kabar, Santi kemudian mendatangi lokasi bersama rekannya, Zainal, pada Sabtu pagi.

Saat tiba di rumah tersebut, keduanya mendapati sepeda motor dan pakaian milik korban masih berada di lokasi. Mereka kemudian meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan Andi Reski.

Pencarian mengarah ke bagian plafon rumah setelah ditemukan sebuah tangga dan lubang pada plafon. Zainal kemudian naik untuk melakukan pengecekan dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Abdullah Mataram mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga kuat meninggal setelah tersengat aliran listrik.

“Betul, untuk sementara kuat dugaan korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik. Korban ditemukan berada di atas plafon rumah,” ujar Mataram kepada wartawan.

Mataram menambahkan, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian korban sebelum hasil pemeriksaan medis diterima. Polisi juga masih menggali keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui kegiatan korban sebelum ditemukan tewas.

“Untuk memastikan penyebab kematiannya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari RS Bhayangkara. Kami juga masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia,” jelasnya.

Sementara itu, rekan kerja korban, Zainal Dg Lira, menyebut dirinya bersama Saipuddin Dg Tunru dan Ahmad Bangsawan sempat menemui korban pada Kamis (1/10) sekitar pukul 13.00 WITA.

Ketiganya datang untuk membantu korban menyelesaikan pekerjaan. Mereka meninggalkan lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dan setelah itu tidak lagi berkomunikasi dengan korban.

Aparat Polsek Biringkanaya yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Personel yang dipimpin Ipda Hendrik tiba sekitar pukul 08.20 WITA dan melakukan pengamanan TKP.

Sekitar 10 menit kemudian, personel Pamapta Polrestabes Makassar yang dipimpin Ipda I Putu Rendra Wijaya juga tiba di lokasi.

Proses pemeriksaan kemudian dilanjutkan tim Inafis Polrestabes Makassar yang dipimpin Aipda Rizal. Tim tersebut tiba sekitar pukul 11.05 WITA dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dokpol Biddokkes Polda Sulsel selanjutnya datang sekitar pukul 12.20 WITA. Lima menit berselang, korban dievakuasi menuju RS Bhayangkara oleh gabungan personel Biddokkes Polda Sulsel, Polrestabes Makassar dan Polsek Biringkanaya untuk menjalani pemeriksaan serta visum et repertum.

Hingga kini, polisi masih mendalami aktivitas korban saat berada di rumah tersebut, termasuk pekerjaan yang tengah dikerjakannya sebelum ditemukan meninggal dunia.

Rumah lokasi kejadian diketahui milik Luhutan David (37), karyawan swasta yang berdomisili di kawasan BTN Pepabri, Kelurahan Bakung, Kecamatan Biringkanaya.(Far)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *