Puluhan Tahun Menanti, Jalan Parungnge Raya Sinjai Masih Berkubang Batu dan Rusak Parah ‎

Kondisi Jalan Parungnge Raya di Dusun Babara, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, yang rusak dan dipenuhi bebatuan.

Kondisi Jalan Parungnge Raya di Dusun Babara, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, yang rusak dan dipenuhi bebatuan.

 

‎Sinjai, infosulsel.id – Warga Dusun Babara, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, harus bertahun-tahun berhadapan dengan kondisi Jalan Parungnge Raya yang rusak parah.

‎Jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat karena menghubungkan Dusun Babara dengan Dusun Kampung Baru serta sejumlah dusun lainnya. Setiap hari, jalan ini cukup ramai dilalui warga, termasuk anak-anak sekolah yang menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas.

‎Namun, kondisi jalan yang semakin memprihatinkan membuat mobilitas masyarakat terganggu. Permukaan jalan kini didominasi bebatuan tajam dan tanah. Sejumlah titik bahkan cukup licin dan berisiko membuat pengendara tergelincir.

‎Di beberapa bagian masih terlihat sisa cor beton yang telah lama mengalami kerusakan. Warga menyebut pengecoran jalan tersebut dilakukan sekitar 10 tahun lalu.

Sejak saat itu, jalan tersebut disebut tidak pernah lagi tersentuh perbaikan sampai saat ini. Bahkan, jalan itu sama sekali tak pernah tersentuh aspal.

‎Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, masyarakat telah menunggu perbaikan jalan selama puluhan tahun. Harapan untuk mendapatkan akses jalan yang layak hingga kini belum juga terealisasi.

‎“Puluhan tahun kami menunggu aspal, jalan kini dipenuhi bebatuan yang cukup berbahaya bagi pengendara,” ungkap FR kepada wartawan pada Senin (31/8/2026).

‎Menurutnya, cor beton yang ada saat ini merupakan satu-satunya pekerjaan yang pernah dilakukan terhadap jalan tersebut. Namun, karena sudah berlangsung sekitar satu dekade, kondisi cor kini banyak yang hancur dan tidak lagi mampu memberikan permukaan jalan yang layak.

‎”Jalan hanya pernah dicor beton yang kini hancur, tidak pernah diaspal. Cor itu sudah kurang lebih sekitar 10 tahun, semenjak ada sampai sekarang tidak pernah tersentuh aspal,” ujarnya.

‎Padahal, Jalan Parungnge Raya memiliki peran penting dalam aktivitas masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antarwilayah, jalan tersebut juga banyak digunakan anak sekolah serta warga yang hendak menuju dusun-dusun lain.

‎Kerusakan jalan juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Warga yang mengangkut hasil bumi harus melewati kondisi jalan yang tidak memadai. Begitu pula pengendara roda dua yang harus lebih berhati-hati ketika melintasi bebatuan tajam dan permukaan jalan yang tidak rata.

‎Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sinjai memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Parungnge Raya. Mereka meminta pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sementara, tetapi merealisasikan perbaikan secara permanen melalui pengaspalan.

‎Menurut warga, perbaikan jalan ini mendesak dilakukan mengingat akses tersebut digunakan banyak masyarakat, termasuk anak sekolah, serta menjadi jalur penghubung Dusun Babara, Dusun Kampung Baru dan sejumlah dusun lainnya.(Far)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *